Jumat, 08 April 2016

Republik Sosialis Vietnam




REPUBLIK SOSIALIS VIETNAM
 

Vietnam adalah negara di daratan bagian timur Semenanjung Indocina di daerah Asia Tenggara. Vietnam pernah mengalami kolonialisasi oleh tiga negara yaitu pada masa kependudukan Jepang dengan menjadikan Vietnam sebagai negara boneka Jepang, kemudian kedua oleh  kekaisaran China pada masa dinasti Nguyen Vietnam menjadi negara upeti China. China menguasai Vietnam lebih dari 1000 tahun, untuk itu banyak sekali pengaruh China di negara Vietnam dalam segala bidang kehidupan seperti ideologi, pakaian, bahasa, makanan dan cara hidup. Yang terakhir adalah masa kolonialisasi Perancis yang kemudian memberikan kemerdekaan Vietnam pada tanggal 2 September 1945 dalam sebuah Konferensi di Jenewa. Dan pada akhirnya Vietnam di bagi menjadi Vietnam Utara yang menganut komunis dan Vietnam Selatan yang menganut liberalis. Keinginan Ho Chi Minh untuk menyatukan kedua negara tersebut pada akhirnya menimbulkan perang sipil antara Vietnam Utara dengan Vietnam Selatan yang disebut sebagai “Perang Vietnam”. Dan pada akhir nya Saigon jatuh dan berganti nama menjadi Ho Chi Minh City dan Vietnam di reunifikasi pada 2 Juli 1976 dan berganti nama menjadi Republik Sosialis Vietnam. 


Negara Vietnam adalah  negara yang menganut paham komunis di kawasan Asia Tenggara bersama dengan negara Indocina yang lain seperti Myanmar, Laos dan Kamboja. Vietnam masih dikategorikan sebagai negara berkembang meskipun perekonomian Vietnam sekarang ini sedang mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Alasan mengapa Vietnam masih dikategorikan negara berkembang adalah sebagai berikut :
a.       Negara berkembang pernah mengalami masa penjajahan
Seperti halnya negara Vietnam yang merupakan negara bekas jajahan Perancis, Jepang, dan China.
b.      Vietnam merupakan negara yang padat penduduknya
Jumlah penduduk Vietnam sekitar 90 juta jiwa menurut survei pada tahun 2015 dengan kepadatan 268/km2. Jumlah penduduk Vietnam adalah negara padat penduduk ke 13 di dunia.
c.       Tingkat pendidikan
Jenjang pendidikan di Vietnam sama dengan di Indonesia yaitu mulai dari TK, SD, SMP, SMA dan Universitas. Tetapi pendidikan gratis di Vietnam hanya untuk anak berusia 6 sampai 11 tahun selepas dari itu biaya pendidikan di Vietnam cenderung mahal. Universitas negeri di Vietnam dan terkenal ada di Hanoi dan Ho Chi Minh City.
d.      Perekonomian Vietnam masih bertumpu pada sektor primer yaitu ekspor produk pertanian /argo
Vietnam merupakan negara pengekspor beras terbesar kedua di dunia setelah Thailand untuk pasar Eropa dan sebagai produsen kacang cashew terbesar dengan pangsa 1/3 dari kebutuhan dunia. Meskipun begitu Vietnam masih dikategorikan sebagai negara bekembang karena tumpuannya masih pada sektor pertanian bukan industri dan jasa.
e.       Kesenjangan antara daerah kota dan pedesaan
Dimana pembanguan di kota yang marak sedang pedesaan menjadi daerah yang terkena imbas invansi investor.
f.       Tingkat pengangguran
Pengangguran di Vietnam terjadi di daerah kota dan desa. Penduduk desa saat adanya renovasi ekonomi “Doi Moi” berbondong-bondong urbanisasi ke kota dengan harapan mendapatkan perkerjaan yang lebih layak dengan gaji yang tinggi. Tetapi pada kenyataannya lapangan kerja tidak sebanding dengan angkatan kerjanya. Pengangguran di desa terjadi karena lahan pertanian yang menyusut karena terkena invasi investasi yang tinggi sampai ke pedesaan. Pada awalnya lahan pertanian di pedesaan pada tahun 90 an masih sekitar 90% di miliki oleh penduduk desa tetapi pada tahun 2010 lahan pertanian di pedesaan Vietnam tersisa sebesar 25% yang dimiliki oleh penduduk sisanya terkena invasi investasi.
g.      Upah kerja di Vietnam cenderung rendah yaitu hanya sekitar 73 US$ atau sekitar 700 ribu rupiah
h.      Nilai mata uang yang rendah
Nilai mata uang Dong Vietnamese yang rendah jika dibandingkan negara lain yaitu sekitar setengah dari nilai rupiah. Dimana pecahan terbesar Vietnam yaitu 500.000 Dong Vietnam jika dirupiahkan akan menjadi 250.000 rupiah atau dua kali lipat dari nilai rupiah.

Seperti halnya negara berkembang lain di dunia, Vietnam pun tidak terlepas dari masalah internal. Negara Vietnam yang merupakan negara berpaham komunis di kawasan Asia Tenggara memiliki masalah yang sulit untuk diselesaikan. Masalah utama negara Vietnam adalah korupsi dalam badan pemerintahan atau birokrasi. Masalah ini tidak jauh berbeda dengan masalah yang dihadapi oleh negara-negara komunis di dunia. Korupsi sangat sulit untuk ditindaklanjuti karena pemerintahan yang otoriter dan memegang seluruh kekuasaan pemerintahan. Untuk mendeteksi bahkan untuk membuktikan kasus korupsi tersebut sangat sulit. 

Salah satu portal berita elektronik menyebutkan beberapa respon masyarakat Vietnam mengenai kasus korupsi tersebut, mereka mengumpamakan dengan “ melempar sesuatu ke tikus tanpa memecahkan vas”. Upaya pemberantasan Korupsi diibaratkan dengan tikus dan vas diibaratkan sebagai stabilitas rezim. Yang artinya kecil kemungkinan untuk dapat memacahkan kasus korupsi tersebut selama pihak yang diduga melakukan tindak pidana korupsi masih menjabat di pemerintahan atau birokrasi. Tiga instansi yang paling banyak terjadi korupsi  di Vietnam yaitu  instansi urusan agraria dan perumahan, bea cukai, pengelolaan  ekspor-impor dan  pertanahan.  

Untuk menangani kasus korupsi yang terjadi, Vietnam membentuk badan tersendiri yaitu Badan Pengarahan Pusat Urusan Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi yang dibentuk pada tanggal 28 Agustus 2003 yang pada awalnya dikepalai oleh Perdana Menteri kemudian pada tahun 2013 badan ini berpindah di bawah  Polit Biro Komite Sentral Partai Komunis Vietnam  (KS PKV) yang dikepali oleh Sekretaris Jenderal KS PKV, Nguyen Phu Trong. Bentuk-bentuk penanganan terhadap perseorangan yang melakukan korupsi ialah memidanakan, memberhentikan, memecat, menyita harta benda yang semuanya bergantung pada taraf keseriusan kasus. 


Pemerintah Vietnam tidak sendirian dalam mengangani kasus tindak pidana korupsi di negaranya. Melainkan dengan menjalin kerjasama dengan  negara Asia Tenggara yang lain seperti dengan Indonesia dan Singapura. Indonesia dengan Vietnam membuat nota kesepahaman ekstradisi dan mutual legal assistance yang tujuannya antara kedua negara agar saling membantu dalam menangani kasus korupsi yang terjadi (masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Juni 2013).
Kemudian Vietnam dengan Singapura, keduannya melakukan kerjasama dalam upaya mencegah dan pemberantasan korupsi. Dalam kesempatan temu kerja kedua pihak (Vietnam-Singapura) saling bertukar pengalaman tentang pengelolaan mencegah dan memberantas korupsi. Pemerintah Vietnam juga mencari tahu tentang strategi pencegahan dan pemberantasan korupsi, pengalaman investigasi korupsi, pengalaman menyusun beberapa Kode Etik, prinsip moral kejuruan untuk membatasi konflik kepentingan dalam aktivitas kejuruan, pekerjaan sosialisasi, meningkatkan kesedaran rakyat tentang pencegahan dan pemberantasan korupsi di Singapura.

Temu kerja antara Vietnam dengan Singapura pada tahun 2014


Meskipun pertumbuhan ekonomi Vietnam sangat pesat hingga digadang-gadang akan mengalahkan beberapa negara ASEAN yang lain, Vietnam tidak terlepas dari permasalahan internal dalam negerinya. Vietnam juga masih dikategorikan menjadi negara berkembang karena tumpuan sektor perekonomian yaitu masih berada pada sektor primer atau perekonomian sedangkan sebuah negara dikatakan maju apabila tumpuan sektor perekonomian pada industri dan jasa. Selain masih dikategorikan berkembang Vietnam juga memiliki masalah internal yaitu korupsi di birokrasi. Untuk menangani kasus korupsi tersebut Vietnam tidak bertindak sendirian melainkan melakukan kerjasama dengan negara lain seperti Indonesia dan Singapura.
Daftar Pustaka

Sumber buku :
Cipto, Bambang. Hubungan Internasional Di Asia Tenggara : Teropong Terhadap Dinamika, Realitas, dan Masa Depan. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Sumber portal berita online
VOV5 adalah Radio Suara Vietnam, Kanal Siaran Luar Negeri Nasional, Jembatan Penghubung Vietnam dengan Sahabat Internasional



diakses Jumat, 08 April 2016










17 komentar:

  1. Informasi yg sangat menarik... terima kasih buat infonya.. trnyata negara yg bisa bertahan setelah diinvasi amerika itu memang benar2 luar biasa...

    BalasHapus
  2. Benar-benar menarik... Memang negara yang memiliki sejarah perjuangan yg panjang pasti memiliki kekokohan dalam pondasi negaranya sehingga rakyatnya pun memiliki jiwa nasionalisme yg hebat...

    BalasHapus
  3. perjuangannya melawan dan mencegah korupsi sangat pantas diterapkan dinegara kita ☺️

    BalasHapus
  4. Terimakasih infonya, sangat bermanfaat ~~

    BalasHapus
  5. semakin menambah wawasan, terimakasih infonya

    BalasHapus
  6. Makasih infonya tentang negara tetangga kita, Vietnam. Sangat bermanfaat.

    BalasHapus
  7. Makasih informasinya bisa menambah pengetahuan

    BalasHapus
  8. Vietnam dan Indonesia ternyata sama ya orang-orang desa berbondong-bondong pindah ke kota terutama ibu kota yg akhirnya mlh hidup susah di ibu kota. Semoga vietnam dan indonesia sama" bisa memberantas korupsi yaa.. makasih informasinya fathia

    BalasHapus
  9. Masalah korupsi memang tdk bisa disepelekan dan harus segera diberantas, semoga vietnam berhasil memberantas korupsi. Terimakasih fathia😊

    BalasHapus
  10. Vietnam , negara komunis yang terbentuk karena perang saudara :)

    BalasHapus
  11. makasih kak berkat artikelnya jadi tambah mengerti :)

    BalasHapus
  12. ternyata banyak juga ya hal menarik yang bisa diketahui dari negara Vietnam ini. thanks infonyaa

    BalasHapus
  13. Sangat menambah informasi saya, banyak informasi baru buat saya, makasih ya fathia

    BalasHapus
  14. Korupsi memang merupakan masalah yg sukit dihilangkan dr negara berkembanngg, makasih infonya fathiahhhhh

    BalasHapus
  15. Korupsi memang merupakan masalah yg sukit dihilangkan dr negara berkembanngg, makasih infonya fathiahhhhh

    BalasHapus
  16. Informasi yang menarik kak, ternyata divietnam kasus korupsinya juga tinggi ya

    BalasHapus
  17. it's amazing ,the topic is pretty good

    BalasHapus