REPUBLIK SOSIALIS VIETNAM
Vietnam adalah negara
di daratan bagian timur Semenanjung Indocina di daerah Asia Tenggara. Vietnam
pernah mengalami kolonialisasi oleh tiga negara yaitu pada masa kependudukan
Jepang dengan menjadikan Vietnam sebagai negara boneka Jepang, kemudian kedua
oleh kekaisaran China pada masa dinasti
Nguyen Vietnam menjadi negara upeti China. China menguasai Vietnam lebih dari
1000 tahun, untuk itu banyak sekali pengaruh China di negara Vietnam dalam
segala bidang kehidupan seperti ideologi, pakaian, bahasa, makanan dan cara
hidup. Yang terakhir adalah masa kolonialisasi Perancis yang kemudian
memberikan kemerdekaan Vietnam pada tanggal 2 September 1945 dalam sebuah
Konferensi di Jenewa. Dan pada akhirnya Vietnam di bagi menjadi Vietnam Utara
yang menganut komunis dan Vietnam Selatan yang menganut liberalis. Keinginan Ho
Chi Minh untuk menyatukan kedua negara tersebut pada akhirnya menimbulkan
perang sipil antara Vietnam Utara dengan Vietnam Selatan yang disebut sebagai
“Perang Vietnam”. Dan pada akhir nya Saigon jatuh dan berganti nama menjadi Ho
Chi Minh City dan Vietnam di reunifikasi pada 2 Juli 1976 dan berganti nama
menjadi Republik Sosialis Vietnam.
Negara Vietnam
adalah negara yang menganut paham
komunis di kawasan Asia Tenggara bersama dengan negara Indocina yang lain
seperti Myanmar, Laos dan Kamboja. Vietnam masih dikategorikan sebagai negara
berkembang meskipun perekonomian Vietnam sekarang ini sedang mengalami
pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Alasan mengapa Vietnam masih dikategorikan
negara berkembang adalah sebagai berikut :
a. Negara
berkembang pernah mengalami masa penjajahan
Seperti
halnya negara Vietnam yang merupakan negara bekas jajahan Perancis, Jepang, dan
China.
b. Vietnam
merupakan negara yang padat penduduknya
Jumlah
penduduk Vietnam sekitar 90 juta jiwa menurut survei pada tahun 2015 dengan
kepadatan 268/km2. Jumlah penduduk Vietnam adalah negara padat
penduduk ke 13 di dunia.
c. Tingkat
pendidikan
Jenjang
pendidikan di Vietnam sama dengan di Indonesia yaitu mulai dari TK, SD, SMP,
SMA dan Universitas. Tetapi pendidikan gratis di Vietnam hanya untuk anak
berusia 6 sampai 11 tahun selepas dari itu biaya pendidikan di Vietnam
cenderung mahal. Universitas negeri di Vietnam dan terkenal ada di Hanoi dan Ho
Chi Minh City.
d. Perekonomian
Vietnam masih bertumpu pada sektor primer yaitu ekspor produk pertanian /argo
Vietnam
merupakan negara pengekspor beras terbesar kedua di dunia setelah Thailand
untuk pasar Eropa dan sebagai produsen kacang cashew terbesar dengan pangsa 1/3
dari kebutuhan dunia. Meskipun begitu Vietnam masih dikategorikan sebagai
negara bekembang karena tumpuannya masih pada sektor pertanian bukan industri
dan jasa.
e. Kesenjangan
antara daerah kota dan pedesaan
Dimana
pembanguan di kota yang marak sedang pedesaan menjadi daerah yang terkena imbas
invansi investor.
f. Tingkat
pengangguran
Pengangguran
di Vietnam terjadi di daerah kota dan desa. Penduduk desa saat adanya renovasi
ekonomi “Doi Moi” berbondong-bondong urbanisasi ke kota dengan harapan
mendapatkan perkerjaan yang lebih layak dengan gaji yang tinggi. Tetapi pada
kenyataannya lapangan kerja tidak sebanding dengan angkatan kerjanya.
Pengangguran di desa terjadi karena lahan pertanian yang menyusut karena
terkena invasi investasi yang tinggi sampai ke pedesaan. Pada awalnya lahan
pertanian di pedesaan pada tahun 90 an masih sekitar 90% di miliki oleh
penduduk desa tetapi pada tahun 2010 lahan pertanian di pedesaan Vietnam
tersisa sebesar 25% yang dimiliki oleh penduduk sisanya terkena invasi
investasi.
g. Upah
kerja di Vietnam cenderung rendah yaitu hanya sekitar 73 US$ atau sekitar 700
ribu rupiah
h. Nilai
mata uang yang rendah
Nilai
mata uang Dong Vietnamese yang rendah jika dibandingkan negara lain yaitu
sekitar setengah dari nilai rupiah. Dimana pecahan terbesar Vietnam yaitu
500.000 Dong Vietnam jika dirupiahkan akan menjadi 250.000 rupiah atau dua kali
lipat dari nilai rupiah.
Seperti halnya negara
berkembang lain di dunia, Vietnam pun tidak terlepas dari masalah internal.
Negara Vietnam yang merupakan negara berpaham komunis di kawasan Asia Tenggara
memiliki masalah yang sulit untuk diselesaikan. Masalah utama negara Vietnam
adalah korupsi dalam badan pemerintahan atau birokrasi. Masalah ini tidak jauh
berbeda dengan masalah yang dihadapi oleh negara-negara komunis di dunia.
Korupsi sangat sulit untuk ditindaklanjuti karena pemerintahan yang otoriter
dan memegang seluruh kekuasaan pemerintahan. Untuk mendeteksi bahkan untuk
membuktikan kasus korupsi tersebut sangat sulit.
Salah satu portal
berita elektronik menyebutkan beberapa respon masyarakat Vietnam mengenai kasus
korupsi tersebut, mereka mengumpamakan dengan “ melempar sesuatu ke tikus tanpa
memecahkan vas”. Upaya pemberantasan Korupsi diibaratkan dengan tikus dan vas
diibaratkan sebagai stabilitas rezim. Yang artinya kecil kemungkinan untuk
dapat memacahkan kasus korupsi tersebut selama pihak yang diduga melakukan
tindak pidana korupsi masih menjabat di pemerintahan atau birokrasi. Tiga
instansi yang paling banyak terjadi korupsi di Vietnam yaitu
instansi urusan agraria dan perumahan, bea cukai, pengelolaan
ekspor-impor dan pertanahan.
Untuk menangani kasus
korupsi yang terjadi, Vietnam membentuk badan tersendiri yaitu Badan Pengarahan
Pusat Urusan Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi yang dibentuk pada tanggal 28
Agustus 2003 yang pada awalnya dikepalai oleh Perdana Menteri kemudian pada
tahun 2013 badan ini berpindah di bawah Polit Biro Komite Sentral Partai
Komunis Vietnam (KS PKV) yang dikepali oleh Sekretaris Jenderal KS PKV,
Nguyen Phu Trong. Bentuk-bentuk penanganan terhadap perseorangan yang
melakukan korupsi ialah memidanakan, memberhentikan, memecat, menyita harta
benda yang semuanya bergantung pada taraf keseriusan kasus.
Pemerintah
Vietnam tidak sendirian dalam mengangani kasus tindak pidana korupsi di
negaranya. Melainkan dengan menjalin kerjasama dengan negara Asia Tenggara yang lain seperti dengan
Indonesia dan Singapura. Indonesia dengan Vietnam membuat nota kesepahaman
ekstradisi dan mutual legal assistance yang tujuannya antara kedua negara agar
saling membantu dalam menangani kasus korupsi yang terjadi (masa pemerintahan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Juni 2013).
Kemudian
Vietnam dengan Singapura, keduannya melakukan kerjasama dalam upaya mencegah
dan pemberantasan korupsi. Dalam kesempatan temu kerja kedua pihak
(Vietnam-Singapura) saling bertukar pengalaman tentang pengelolaan mencegah dan
memberantas korupsi. Pemerintah Vietnam juga mencari tahu tentang strategi pencegahan dan
pemberantasan korupsi, pengalaman investigasi korupsi, pengalaman menyusun
beberapa Kode Etik, prinsip moral kejuruan untuk membatasi konflik kepentingan
dalam aktivitas kejuruan, pekerjaan sosialisasi, meningkatkan kesedaran rakyat
tentang pencegahan dan pemberantasan korupsi di Singapura.
![]() |
| Temu kerja antara Vietnam dengan Singapura pada tahun 2014 |
Meskipun
pertumbuhan ekonomi Vietnam sangat pesat hingga digadang-gadang akan
mengalahkan beberapa negara ASEAN yang lain, Vietnam tidak terlepas dari
permasalahan internal dalam negerinya. Vietnam juga masih dikategorikan menjadi
negara berkembang karena tumpuan sektor perekonomian yaitu masih berada pada
sektor primer atau perekonomian sedangkan sebuah negara dikatakan maju apabila
tumpuan sektor perekonomian pada industri dan jasa. Selain masih dikategorikan
berkembang Vietnam juga memiliki masalah internal yaitu korupsi di birokrasi.
Untuk menangani kasus korupsi tersebut Vietnam tidak bertindak sendirian
melainkan melakukan kerjasama dengan negara lain seperti Indonesia dan
Singapura.
Daftar Pustaka
Sumber buku :
Cipto, Bambang.
Hubungan Internasional Di Asia Tenggara : Teropong Terhadap Dinamika, Realitas,
dan Masa Depan. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Sumber portal berita online
VOV5 adalah Radio Suara Vietnam, Kanal Siaran Luar
Negeri Nasional, Jembatan Penghubung Vietnam dengan Sahabat Internasional
http://vovworld.vn/id-ID/Kotak-Surat-Anda/Pekerjaaan-mencegah-dan-memberantas-korupsi-di-Vietnam/146582.vov
diakses Selasa, 5 April 2016
http://m.metrotvnews.com/read/2015/11/05/448046/tiongkok-sekati-vietnam-di-tengah-konflik-laut-china-selatan
diakses Kamis, 7 April 2016
diakses Jumat, 08 April
2016
http://vovworld.vn/id-ID/Berita/Vietnam-dan-Singapura-memperkuat-kerjasama-dalam-pencegahan-dan-pemberantasan-korupsi/268304.vov diakses Kamis, 7 April 2015
https://m.tempo.co/read/news/2013/06/27/118491647/indonesia-vietnam-sepakat-ekstradisi-koruptor diakses Rabu, 6 April 2016








Informasi yg sangat menarik... terima kasih buat infonya.. trnyata negara yg bisa bertahan setelah diinvasi amerika itu memang benar2 luar biasa...
BalasHapusBenar-benar menarik... Memang negara yang memiliki sejarah perjuangan yg panjang pasti memiliki kekokohan dalam pondasi negaranya sehingga rakyatnya pun memiliki jiwa nasionalisme yg hebat...
BalasHapusperjuangannya melawan dan mencegah korupsi sangat pantas diterapkan dinegara kita ☺️
BalasHapusTerimakasih infonya, sangat bermanfaat ~~
BalasHapussemakin menambah wawasan, terimakasih infonya
BalasHapusMakasih infonya tentang negara tetangga kita, Vietnam. Sangat bermanfaat.
BalasHapusMakasih informasinya bisa menambah pengetahuan
BalasHapusVietnam dan Indonesia ternyata sama ya orang-orang desa berbondong-bondong pindah ke kota terutama ibu kota yg akhirnya mlh hidup susah di ibu kota. Semoga vietnam dan indonesia sama" bisa memberantas korupsi yaa.. makasih informasinya fathia
BalasHapusMasalah korupsi memang tdk bisa disepelekan dan harus segera diberantas, semoga vietnam berhasil memberantas korupsi. Terimakasih fathia😊
BalasHapusVietnam , negara komunis yang terbentuk karena perang saudara :)
BalasHapusmakasih kak berkat artikelnya jadi tambah mengerti :)
BalasHapusternyata banyak juga ya hal menarik yang bisa diketahui dari negara Vietnam ini. thanks infonyaa
BalasHapusSangat menambah informasi saya, banyak informasi baru buat saya, makasih ya fathia
BalasHapusKorupsi memang merupakan masalah yg sukit dihilangkan dr negara berkembanngg, makasih infonya fathiahhhhh
BalasHapusKorupsi memang merupakan masalah yg sukit dihilangkan dr negara berkembanngg, makasih infonya fathiahhhhh
BalasHapusInformasi yang menarik kak, ternyata divietnam kasus korupsinya juga tinggi ya
BalasHapusit's amazing ,the topic is pretty good
BalasHapus